Resensi Novel
Judul : Animal Farm
Karya : George Orwell
Penerjemah :
Bakdi Soemanto
Penerbit : PT. Bentang Pustaka
Halaman : 174 Halaman
Animal farm merupakan Novel yang ditulis oleh George Orwell yang memiliki unsur politik atau sistem pemerintahan yang begitu kental. George Orwell memiliki nama asli Eric Arthur Blair yang lahir pada tanggal 25 Juni 1903 di Bengal, India. Ayahnya yang bernama Richard Walmesley Blair dan ibunya, Ida Mabel Opnium. Dia memiliki dua saudari yang bernama Majorie (saudara tua) dan juga Avril (saudara muda atau adik). Dia menganggap bahwa, dia dan keluarganya termasuk dalam kelas Menengah- Atas- Bawah. Novel Animal Farm merupakan salah satu Novel yang di tulisnya dan dia banyak menciptakan karya- karya yang yang sangat bagus.
Di awal sudah saya katakana, bahwa Novel Animal Farm ini adalah bentuk novel yang lebih memperlihatkan sisi politik dan sebuah pemerintahan. Dengan menggunakan Hewan sebagai gambaran sifat manusia seperti Babi, Biri- Biri, Keledai, Tikus dan lain- lain. dengan menggunakan Hewan sebagai tokoh dari Novel ini, seakan- akan George Orwell menyindir manusia dan sebuah pemerintahan atau politik. Jika kalian membaca novel ini, pasti kalian akan menemukan banyak sekali dialog- dialog dan sebuah pemikiran manusia yang dituangkan dalam sebuah kalimat atau secara tersirat.
Novel ini menggambarkan bagaimana Seekor Babi menjadi sebuah pemimpin dari suatu peternakan yang mana di ceritakan bahwa, peternakan tersebut awalnya merupakan milik Manusia yang bernama Pak Jones dan akhirnya dimiliki oleh para hewan peternakan tersebut dengan melakukan pemberontakan. Pemberontakan ini berawal dari seorang Babi Tua yang bernama Major yang memiliki ide tersebut karena dia merasa hewan di peternakan manor ini di perlakukan tidak sepantasnya. Setelah Major meninggal, kepemimpinan di alihkan kepada dua Babi yaitu Napoleon dan juga snowball.
Kedua pemimpin tersebut sering kali membuat percekcokan karena keputusan masing- masing yang berbeda. Sehingga pada suatu hari Napoleon mengusir Snowball dengan memanfaatkan para hewan ternak yang ada disana. Pada masa kepemimpinan Napoleon, awalnya kepemimpinannya berjalan dengan lancar, tapi dari hari ke hari kebijakan yang di berikan Napoleon kepada para hewan di pertanakan tersebut cenderung lebih menguntungkan dia pribadi dan babi – babi lainnya, kemudia dia menyengsarakan para hewan meskipun para hewan tidak menyadarinya karena pengaruh dari seekor babi bermulut lemes dan licik yang bernama Squealer.
Pada saat terjadinya penindasan tersebut, terdapat seekor keledai yang cerdas, tapi meskipun dia tahu tentang penindasan tersebut, dia memilih untuk diam dan membiarkan semuanya terjadi. Kelemahan yang di manfaat oleh Napoleon dari hewan lain adalah dalam hal membaca karena sebagian besar dari hewan ternak tersebut buta huruf dan babu- babilah yang mampu membaca. Terdapat sebuah hewan yang bernama boxer yang memiliki kegigihan bekerja dan kesetiaan kepada pemimpinnya sehingga dia terus bekerja dengan giat. Tetapi pada saat Boxer mengalami cidera, Napoleon mengirimya ke Tempat pemotongan hewan untuk di jual dan uangnya di gunakan untuk dia dan juga para pengikutnya (babi- babi).
Para hewan di luar memandang babi dan manusia tetapi mereka tidak bisa membedakan mana yang babi dan mana yang manusi
Setelah membaca kalimat tersebut sudah sangat jelas bahwa penulis menyidir manusia dengan begitu halus dan begitu cerdasnya memalui hewan yang dijadika sebagai perumpamaan manusia
Para penulis seakan- akan menggambarkan keadaan sistem pemerintahan yang sering terjadi di sebagian belahan dunia. Dengan babi- babi yang di jadikan sebagai tokoh dari Novel ini seakan- akan penulis memberitahukan bahwa pemimpin yang memiliki sifat sewenang- wenang dan tidak memikirkan rakyatnya sama halnya dengan babi- babi itu. Keserakahan yang di miliki oleh Napoleon tersebut menggambarkan keadaan sekarang yang banyak sekali pemimpin pemerintahan atau suatu kelompok mementingkan kepentingan pribadi dan menjadikan kebutuhan rakyat menjadi masalah nomor sekian. Selain menggambarkan bagaimana pemimpin yang sewenang- wenang, penulis juga menggambarkan Babi yang bernama Snowball sebagai bentuk kebalikan dari Napoleon. Karena Snowball tersebut memiliki kecerdasan dan menggunakannya benar- benar untuk kehidupan rakyatnya (hewan di peternakan). Keberadaan biri- biri menggambarkan bagaimana rakyat yang tidak tahu apa-apa selalu mengikuti apa yang diperintahakan oleh pemerintah tanpa harus di pikir dulu.
Banyak sekali pembelajaran yang di tuangkan dalam novel ini dalam bentuk tersirat maupun tersurat. Salah satunya adalah bagaimana pemimpin yang sering menyalah gunakan kekuasaannya untuk kepentingan mereka pribadi dan melupakan tugas mereka yang sebenarnya dan juga bagaimana kebodohan yang di miliki rakyat sehingga mereka selalu mematuhi perintah dari pemerintah tanpa mencari tahu terlebih dahulu arah tujuan sebenarnya. Nove ini sangat bagus tetapi Karen Novel ini mengandung unsur politik yang kental sehingga para anak- anak tidak di sarakan membacanovel ini.

Komentar
Posting Komentar