Resensi Novel


 

Judul               : Saman

Karya              : Ayu Utami

Penerbit           : Kepustakaan Populer Gramedia

Halaman          : x + 205 Halaman

ISBN               : 978-979-91-0570-7

            Novel yang berjudul Saman ini ditulis oleh Ayu utami adalah seorang aktivis jurnalis dan sastrawan berkebangsaan Indonesia. Ayu Utami lahir di Bogor, Jawa Barat pada tanggal 21 November 1968 dan di besarkan di Jakarta. Ia menamatkan kuliah Bahasa Rusia di Fakultas Sastra Universitan Indonesia. Ia pernah menjadi seorang wartawan di berbagai majalah dan mendirikan aliansi Jurnalis Indepeden. Saman merupakn novelnya yang pertama dan mendapatkan sambutan yang positif dari berbagai kritikus karena dianggap telah membawa warna bary dalam sastra Indonesia.

            Novel ini menceritakan tentamg empat sahabat yaitu shakuntala, cok, Yasmin dan juga laila yang memperdepatkan siapa yang patut di salahi atas permasalahan yang dihadapi oleh mereka berempat, ada yang menyalahkan laki-laki, ayah dan juga guru mereka, tapi pada akhirnya mereka tidak bisa mengetahui siapa yang patut di benci dan di jadikan kambing hitam dari permasalahan mereka. Pada cerita ini saman merupakan sosok tokoh yang peling di sorot mulai dari kehidupannya sampai permasalahan yang dialami. Novel ini banyak menggunakan kata- kata vulgar dan mudah di mengerti oleh pembaca sehigga pembaca tidak merasa kebingungan meskipun alurnya maju- mundur. Yang menjadi latar tempat dari cerita ini adalah kebanyakan meggunakan tempat di Indonesia dan juga di luar negeri. Pada cerita novel ini di gambarkan bahwa perempuan dan laki- laki memiliki persamaan hak.

            Cerita yang di ceritakan pertama kali adalah seorang perempuan yang bernama laila yang jatuh cinta terhadap sihar yang merupakan laki- laki yang sudah beristri yang bekerja sebagai bawahan dari rosano yang merupakan kepala pengeboran. Pada suatu hari terjadi pertikaian antara sihar dan rosano dan sihar memutuskan keluar dari pekerjaan dan tidak berselang lama terjadi kecelakaan yang menewaskan tiga orang pekerja yang salah satunya merupakan teman baik sihar. Kemudian sihar memutuskan untuk melaporkan rosano ke pihak yang berjawab dengan persetujuan keluarga korban. Namun hukuman yang didapatkan oleh Rosano hanyalah sebuah hukuman tahanan rumah yang menurut sihar itu tidak adil. Sihar sendiri di bantu oleh temannya laila yang bernama saman dan yasmin. Perlu diketahui bahwa rosano merupakan anak dari orang yang memiliki kekuasaan yang tinggi. Rosano di penjara karena terdapat rumor bahwa rosanolah yang membunuh orang di daerah tersebut.

            Kemudian cerita berlanjut dengan menceritakan kehidupan saman yang penuh dengan tantangan. Nama asli Saman adalah Wisageni yang merupakan seorang pastor yang baru diangkat. Kemudia di tugaskan menjadi pastor di perabumulih yang merupakan desa di sumatera selatan dan desa tersebut merupakan tempat tinggal ia pada waktu kecil. Kemudian sebuah kejadian menimpa dirinya saat dia tidak sengaja menemukan seorang perempuan berusia 15 tahun yang bernama upi. Upi di gambarkan sebagai perempuan yang gila akan seks dan wisageni atau saman terus masuk kedalam kehidupan upi dan desanya. Semakin hari ke hari wisageni semakin dekat dengan upi dan keluarga upi bahkan juga masyarakat desa tersebut. Kehidupan desa tersebut bergantung pada pohon karet sehingga wisageni membantu memperbaiki cara penanaman dan juga membantu membunuh hama yang menjadi masalah utama dari pohon karet tersebut. Cerita terus berlanjut pada saat wisageni berhadapan dengan perusahaan yang ingin menebang perkebunan karet tersebut dan di gantikan dengan pohon kelapa sawit sampai pada akhirnya wisageni di tahan dan siksa sehingga dia terpaksa mengaku sebagai seorang komonis. Kemudia cerita berlanjut dengan alur yang begitu menarik.

            Pada cerita novel ini sangat memiliki unsur percintaan, politik dan sosial sehingga para pembaca dapat memahami cerita novel ini dengan baik.  Cerita ini menggambarkan bagaimana dua orang sahabat yang mencintai orang yang sama yaitu saman. Laila lebih dulu menyukai saman dan yasmin juga memiliki perasaan yang sama dan yasmin dan saman memiliki hubungan gelap yang pada saat itu yasmin sudah memiliki seorang suami. Saman merupakan laki- laki yang tidak memiliki pendirian yang kuat sehingga ia berani berhubungan dengan seorang perempuan yang sudah memiliki suami padahal dia dulu memutuskan membujang dan menjadi pastur.

            Keadaan yang terjadi pada desa peribumuli merupakan suatu bentuk gambaran yang begitu jelas terjadi di Indonesia yaitu pengalalihan lahan yang lebih banyak di alihkan menjadi lahan yang digunakan untuk kelapa sawit dan juga pembangunan sutau perusahaan asing maupun perusahaan orang yang memiliki kekeuasaan.para masyarakat yang memiliki lahan tersebut di sogok dengan uang dan kadang juga di beri surat palsu.

            Kehidupan yang di ceritakan dalam novel ini merupakan gambaran yang terjadi pada zaman sekarang, dimana banyak sekali hubungan gelap yang terjadi dan juga ketidak adilan yang diterima oleh rakyat kecil khususnya di pelosok desa di Indonesia. Pada saat membaca novel ini kalian akan menemukan bagaimana para penguasa menggunakan kekuasaanya dengan sesuatu yang salah dan lebih banyak menindas kehidupan rakyat kecil. Perebutan lahan antara pengusaha dan masyarakat selalu di menangkan oleh pengusaha Karena memiliki kekuasaan dan uang yang bisa membuat para aparat Negara tunduk dengan pengusaha tersebut. Sangat di sayangkan bahwa keadaan ini terjadi di Indonesia yang pada dasarnya Indonesia memegang teguh keadilan bagi seluruh rakyatnya, namun pernyataan tersebut tidak beguna bagi rakyat biasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semua Sisi Lingkungan Arleta

Happy Birthday